Trading Risk

Trading Risk


Selamat Siang Pak Ary,

saya mau tanya neh pak ary,

2 aspek yang berbahaya dalam trading, lebih berbahaya mana antara trading modal pinjaman di broker stp/ecn/dma, dengan trading modal sendiri di broker market maker?

Sekian pak ary, trima kasih banyak atas penjelasannya.

Salam,
Irfansyah



Pak Irfansyah,

Resiko terbesar dari melakukan trading adalah modal habis sama sekali.

Faktor utama yang dapat menjaga agar modal tidak habis adalah keahlian dan bukan tergantung pada jenis broker. Kalau keahlian belum dimiliki, modal akan habis juga meskipun digunakan broker STP/ECN.

Menggunakan broker market maker hanyalah menjadikan trading sedikit lebih sulit, terutama bila strategi yang digunakan adalah scalping. Pada umumnya broker market maker memiliki spread lebih tinggi, seringkali melakukan requote, membuat SL tidak berfungsi, atau melakukan freeze terminal. Sehingga melakukan scalping menjadi lebih sulit.

Akan tetapi, bila strategi trading yang digunakan adalah jangka panjang dimana entry dibiarkan terbuka berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu maka broker jenis apapun yang digunakan memiliki efek yang sama.

Requote tidak akan memberikan pengaruh apapun dikarenakan entry exit yang dilakukan tidaklah banyak, misalnya hanya seminggu sekali. SL tidak berfungsi atau freeze terminal yang sering terjadi saat news, juga tidak akan pengaruh dikarenakan entry yang dilakukan tidak peduli news apapun dan sepenuhnya mengikuti arah trend.

Hanya saja, sebaiknya digunakan modal uang sendiri. Seperti ditulis diatas, resiko terburuk melakukan trading adalah modal habis. Oleh karenanya, sebaiknya digunakan uang sendiri dan bukan dari hutang. Kalau modal berasal dari hutang, wah bisa-bisa digebukin oleh debt collector nantinya kalau tidak mampu bayar :)

Jangan seluruh tabungan kemudian dipertaruhkan sebagai modal. Gunakan sedikit saja, perlu diingat dalam trading yang utama bukanlah modal tetapi kemampuan. Dengan dimiliki kemampuan, maka modal yang awalnya kecil dapat diubah menjadi besar.

Apalagi dalam trading Forex, dimana broker menyediakan Leverage yang nilainya gila-gilaan. Sehingga cukup dengan modal kecil maka akan dapat melakukan trading melebihi modal sesungguhnya.

Sebagai contoh, modal hanya 100 dan digunakan leverage 1:1 maka yang dapat digunakan untuk modal trading hanya jumlah 100 saja dikarenakan digunakan leverage 1:1. Akan tetapi bila dengan jumlah modal yang sama tetapi digunakan leverage 1:500 maka efeknya seolah-olah seperti memiliki modal 500 kali lipat atau 50 ribu (100 x 500).

Leverage pada dasarnya adalah berhutang ke broker dimana dengan modal hanya 100 tetapi broker bersedian memberikan sampai 50 ribu. Hal inilah yang seringkali membuat yang masih awam dan baru belajar menjadi cepat bangkrut :)

Karena merasa memiliki modal besar maka saat melakukan trading akhirnya menggunakan lot yang lebih besar daripada kemampuan modal. Kalau arahnya benar tidak akan menjadi masalah dikarenakan dengan menggunakan modal kecil tetapi mampu menghasilkan profit besar.

Akan tetapi kalau arahnya salah, maka akan menggerus sebagian besar modal hanya akibat salah cuma sekali. Apalagi kalau tidak digunakan SL, akan terjadi margin call dalam waktu singkat dan modal akan habis sama sekali.

Oleh karenanya, dalam trading contest nanti tidak dilakukan pembatasan penggunaan lot.

Menggunakan lot besar memiliki 2 sisi yaitu langsung untung banyak atau buntung banyak :)

Terserah kepada tradernya masing-masing, kalau kemampuannya baik tentunya tidak akan gegabah dan selalu berusaha menjaga konsistensi. Kita lihat saja nanti saat trading contest berlangsung, siapa yang mampu tetap disiplin dan konsisten.

Demikian Pak Irfansyah, semoga saat live trading nanti tidak lagi terpikir untuk menggunakan modal hutangan. Gunakan saja uang sendiri dan setelahnya "ngutang" ke broker dengan meminta leverage 1:1000 :)

download file now

Comments

Popular posts from this blog

WWE 2K16

WRC 6 FIA World Rally Championship MULTi6 Repack By FitGirl

Top 3 Custom Contact Us Form Widgets for Blogger